Satelit SPOT
SPOT yang merupakan singkatan dari Satellite
Pour l’Observtion de la Terre, program penginderaan jauh yang dibentuk
olen CNES (Biro Luar Angkasa milik Prancis) pada tahun 1978 oleh Perancis dalam
kemitraan dengan Belgia dan Swedia, dijalankan oleh Spot Image yang terletak di
Prancis.
Tujuan dibentuk
SPOT adalah ;
- Untuk meningkatkan pengetahuan dan pengelolaan kebumian melalui eksplorasi sumber daya bumi.
- Mendeteksi dan meramalkan fenomena-fenomena klimatologi dan oseanografi
- Mengawasi aktivitas manusia dan fenomena alam.
Program SPOT terdiri dari serangkaian optik
penginderaan jauh satelit dengan misi utama untuk memperoleh citra bumi untuk
penggunaan lahan, pertanian, kehutanan, geologi, kartografi, perencanaan wilayah,
sumber daya air dan aplikasi SIG.
Data-data penginderaan jauhnya dapat digunakan untuk keperluan komersial
dalam skala internasional dan telah mendirikan jaringan global pusat kontrol,
stasiun, pusat pengolahan dan distributor menerima data. Satelit SPOT
dioperasikan oleh Badan Antariksa Perancis, Centre National d'Etudes Spatiales
(CNES). Beroperasi secara komersial di seluruh dunia yang berlabuh oleh SPOT
IMAGE di Perancis dengan anak perusahaan berikut: SPOT Image Corp di AS, SPOT
Projection Service di Australia dan SPOT Asia di Singapura.
SPOT (Satellite Pour l'Observation de la Terre) 1, 2, 3 dan 4
merupakan satelit dengan resolusi tinggi yang diluncurkan pada tahun 1986, 1990,
1993 and 1998 secara berurutan. SPOT dimiliki dan dioperasikan oleh SPOT Image yang berpusat di Toulouse, France dan menampung
data gambar sampai dengan resolusi 10m.
|
Resolusi Spektral
|
Panchromatic : 10 m (at nadir)
Multispectral: 20 m (at nadir) |
|
Resolusi Spasial
|
60 x 60 km2
|
|
SPOT 1,2 & 3 Bands:
|
|
|
SPOT 4 Bands:
|
|
|
Area terkecil
|
Full scene (60km x 60km)
|
|
Skala Terbaik
|
1:40,000 - (Panchromatic)
1:40,000 - (Pan-sharpened Multispectral) 1:80,000 - (Multispectral ) |
|
Dynamic Range
|
8 bits
|
|
Penggunaan
|
Penggunaan lahan
Perencanaan wilayah Pemetaan Sumber daya alam Pertambangan dan eksplorasi Minyak dan gas Pertanian |
Orbit SPOT
Orbit SPOT adalah orbit polar, circular, sun
syncrhonous dan berfase. Sudut inklinasi dari bidang orbitalnya dikombinasikan
dengan rotasi bumi di seputaran poros kutub sehingga satelitnya dapat berpindah
ke tiap titik di permukaan bumi dalam 26 hari. Orbitnya memiliki ketinggian 832
km di atas permukaan air laut dengan inklinasi 98,7o dan
bervelosi sejumah 14 kali per hari. Periode 101 menit dan dapat menjangkau
titik terendah dalam waktu 1 sampai 3 hari. Sistem SPOT menyediakan cakupan
global antara 87o LU dan 87o LS.
Jenis Satelit
SPOT
SPOT 1 diluncurkan pada 22 Februari 1986 dengan
dilengkapi sistem pencitraan 10 pankromatik dan kemampuan resolusi gambar
multispektral pada tingkat 20 meter. Satelit jenis ini mulai ditinggalkan pada
31 Desember 1990 karena diluncurkannya satelit SPOT jenis baru. Untuk memenuhi
peningkatan permintaan untuk citra SPOT, terutama selama musim tanam belahan
bumi utara, SPOT 1 diaktifkan kembali pada tahun 1997 untuk operasi rutin.
SPOT 2 diluncurkan pada 22 Januari 1990.
SPOT 3 diluncurkan pada 26 September 1993.
Berhenti difungsikan pada 14 November 1997.
SPOT 4 diluncurkan pada 24 Maret 1998. Memiliki
kemajuan yang cukup besar dari satelit sebelumnya , SPOT – 1 ,2,dan 3.
Perubahan yang utama adalah modifikasi dari HRV (High Resolution Visible)
menjadi High Resolution Visible and Infrared Instrument (HRVIR). Sehingga
memiliki kemampuan tambahan dalam mendeteksi gelombang tengah inframerah (1.58
– 1.75
) untuk keperluan survei geologi, survei
vegetasi dan survei tutupan salju.
SPOT 5 diluncurkan pada 4 Mei 2002 dengan
kemampuan resolusi tinggi yang berkisar pada level 2,5 meter, 5 meter, dan 10
meter.
SPOT 6
dan SPOT 7, seri SPOT sedang memasuki era baru. Secara
bersamaan, dua satelit pengamat Bumi tersebut mengorbit dengan sensor yang
sangat responsif yang meningkatkan kapasitas akuisisi dan mempermudah akses
data.
SPOT menyediakan produk multidate, informasi
geospasial global saat ini dalam skala lokal ke skala nasional dari 0,3
per km
persegi. Dengan petak pencitraan
dari 60 km dan resolusi dari 20 m sampai 1,5 m, produk SPOT menyediakan peta
dasar yang ideal pada skala lokal dan regional dari 1:100.000 sampai 1:15.000.
Sensor HRV (High Resolution Visible) dan HRVIR
(Resolusi Tinggi IR Visible) detektor.
Spot HRV
SPOT 1, 2 Twin
HRV (SPOT 4 Twin HRVIR) Imaging System
Setiap SPOT 1 dan SPOT 2 satelit membawa dua
sensor HRV, dibangun dengan detektor array yang multilinear, yang beroperasi di
arah melintang. Satelit SPOT 4 membawa dua detektor HRVIR. HRVIR ini mirip
dengan HRV, kecuali HRVIR yang memiliki gelombang inframerah pendek tambahan
(SWIR) Band, dan bandwidth panjang gelombang modus pankromatik untuk HRVIR
lebih sempit dari HRV. Posisi masing-masing HRV atau HRVIR masuk cermin dapat diperintahkan
oleh kontrol dari bumi untuk mengamati daerah yang diinginkan belum tentu
vertikal di bawah satelit. Dengan demikian, setiap HRV atau HRVIR menawarkan
kemampuan melihat miring, sudut pandang yang disesuaikan melalui ± 27 º relatif
terhadap vertikal. Melihat off-nadir ini memungkinkan akuisisi citra
stereoskopik dan menyediakan interval revisit pendek dari 1 sampai 3 hari.
Dua mode pencitraan yang digunakan, pankromatik
(P) dan multispektral (XS) . Kedua HRVs pada SPOT 1, 2 satelit (HRVIRs pada
SPOT 4 satelit) dapat beroperasi dalam mode baik, baik secara simultan atau
secara individu.
Pankromatik (P)
modus
Pencitraan dilakukan dalam spektral single
band, sesuai dengan bagian terlihat dari spektrum elektromagnetik . Band
pankromatik di SPOT 1, 2 HRV mencakup 0,51-0,73 pM. Untuk SPOT 4 HRVIR, band
pankromatik yang memiliki bandwidth sempit berpusat di band merah (0,61-0,68
mm). Modus pankromatik dari SPOT 4 HRVIR dinamakan sebagai Monospectral (M) mode,
untuk membedakannya dari modus Pankromatik dari SPOT HRV 1,2. Modus channel
pencitraan tunggal (P atau mode M) persediaan hanya gambar hitam dan putih
dengan lebar pixel dari 10 m. Band ini ditujukan terutama untuk aplikasi
menyerukan untuk detail geometris halus.
Multispektral
(XS) modus
Pencitraan multispektral dilakukan dalam tiga
band spektral di SPOT 1, 2 HRV. Band-band yang digunakan adalah band yang XS1
meliputi 0,50-0,59 pM (hijau), band XS2 meliputi 0,61-0,68 μm (merah) dan band
XS3 meliputi 0,79-0,89 pM (inframerah dekat). Ada band keempat di SPOT 4 HRVIR
meliputi 1,53-1,75 pM (inframerah gelombang pendek). Keempat band multispektral
dari HRVIR dilambangkan oleh xi1, XI2, XI3 dan XI4). Dengan menggabungkan data
yang tercatat dalam saluran ini, gambar komposit warna dapat diproduksi dengan
ukuran pixel dari 20 meter.
SPOT HRV dan
HRVIR Instrumen Karakteristik
|
|
Multispektral
Modus (XS)
|
Modus
pankromatik (P)
|
|
Instrumen
Bidang View
|
4.13o
|
4.13o
|
|
Tanah
Sampling Interval (Nadir Viewing)
|
20 m
|
10 m
|
|
Pixel per
baris
|
3000
|
6000
|
|
Tanah petak
(Nadir Viewing)
|
60 km
|
60 km
|
Band HRV Spektral
|
Mode Pita
|
Panjang gelombang (mm)
|
Resolusi (m)
|
|
Multispektral XS1
Multispektral XS2
Multispektral XS3
Pankromatik P
|
0,50-0,59 (Hijau)
0,61-0,68 (Red)
0,79-0,89 (Near IR)
0,51-0,73 (Visible)
|
20
20
20
10
|
Band HRVIR Spektral
|
Mode Pita
|
Panjang gelombang (mm)
|
Resolusi (m)
|
|
Multispektral
XI1
Multispektral
XI2
Multispektral
XI3
Multispektral
XI4
Monospectral
M
|
0,50-0,59 (Hijau)
0,61-0,68 (Red)
0,79-0,89 (Near IR)
1,53-1,75 (SWIR)
0,61-0,68 (Red)
|
20
20
20
20
10
|
SPOT 4
Satelit SPOT 4 membawa on-board resolusi rendah
instrumen lebar cakupan untuk memantau biosfer benua dan untuk memantau
tanaman. Instrumen VEGETASI menyediakan cakupan global pada hampir setiap hari
pada resolusi 1 kilometer dengan petak 2250 km, memungkinkan pengamatan
perubahan lingkungan jangka panjang pada skala regional dan seluruh dunia.
Program VEGETASI sedang didanai oleh Uni Eropa,
Belgia, Perancis, Italia dan Swedia dan dipimpin oleh badan antariksa Perancis
CNES.
Band spektral
VEGETASI Instrument
|
Pita
|
Panjang
gelombang (mm)
|
|
Biru
Merah
Dekat-inframerah
Inframerah
gelombang pendek
|
0,43-0,47
0,61-0,68
0,78-0,89
1,58-1,75
|
SPOT – 5
Sistem satelit observasi SPOT – 5 berhasilkan
diluncurkan oleh Ariane 4 dari Guaina Space Centre di Kouro pada tengah malam
3-4 Mei 2002 dengan tujuan untuk memastikan kelanjutan pelayanan terhadap
kebutuhan informasi pencitraan dan untuk meningkatkan kualitas data dan citra
melalui tindakan antisipatif terhadap kebutuhan pasar.
Dibandingkan dengan satelit obeservasi
sebelumnya, SPOT – 5 memberikan perubahan kemajuan yang besar yang memberikan
solusi citra dengan biaya yang efektif. Resolusi pada sistem satelit obeservasi
ini meningkat hingga 5 meter dan 2,5 meter dan sudut pandang yang lebar
(wide imagin swath), dimana mencakup 60 x 60 km atau 60 x 120 km dalam
insturmen mode kembar. SPOT -5 memberikan perpaduan yang ideal antara resolusi
yang tinggi dan juga jarak pandang yang luas.
SPOT – 5 dilengkapi dengan 2 buah instrumen
geometrikal yang beresolusi tinggi, High Resolution Geometric (HRG) yang
menawarkan citra beresolusi tinggi pada 2 mode, yaitu resolusi hingga
kisaran 2,5 – 5 meter pada mode pankromatik, dan resolusi hingga kisaran 10
meter pada multispektral mode.
SPOT – 5 juga memiliki instrumen pencitraan HRS
(High Resolution Stereoscopic), yaitu kemampuan untuk menangkap citra
stereopair secara serentak untuk keperluan citra relief peta. Instrumen ini
dioperasikan dalam mode pankromatik, sehingga beresolusi tinggi dengan 2 kamera
yang ditempatkan pada bagian depan dan belakang satelit. Kemampuan instrumen
HRS ini sangat menguntungkan karena dapat mencitra area yang luas hanya dalam
satu pencitraan. Pasangan stereo yang didapat dapat digunakan dalam berbagai
aplikasi 3D terrain modeling dan Computer Environments seperti Flight Simulator
Databases, Pipeline Corridors, dan Mobile Phone Network Planning.
Citra satelit SPOT – 5 baik digunakan baik
dalam keperluan pembuatan peta berksala sedang (1: 25.000 dan 1: 10.000),
perencanaan desa dan kota, eksplorasi minyak dan gas, dan manajemen bencana
alam.
Karakteristik
SPOT – 5 tetap
menggunakan beberapa karakteristik yang digunakan oleh pendahulunya, yaitu :
- Memiliki orbit circular, polar, sun synchronous, dan berfase.
- Instrumen medan pandang (FOV) dengan lebar petak 60 x 2 km sepanjang lintasan satelit.
- Memiliki kemampuan pandang lateral (bercabang) dan oblique (miring), dengan sudut ± 27o terhadap bidang vertikal.
SPOT – 5
Satellite Sensor
|
Launch Date
|
May 3, 2002
|
|
Launch
Vehicle
|
Ariane 4
|
|
Launch
Location
|
Guiana Space
Centre, Kourou, French Guyana
|
|
Orbital
Altitude
|
822 km
|
|
Orbital
Inclination
|
98.7°,
sun-synchronous
|
|
Kecepatan
|
7.4 Km/second
(26,640 Km/hour)
|
|
Equator Crossing
Time
|
10:30 AM
(descending node)
|
|
Orbit Time
|
101.4 minutes
|
|
Revisit Time
|
2-3 days,
depending on latitude
|
|
Swath Width
|
60 Km x 60 Km
to 80 Km at nadir
|
|
Metric
Accuracy
|
< 50m
horizontal position accuracy (CE90%)
|
|
Digitization
|
8 bits
|
|
Resolution
|
Pan: 2.5m
from 2 x 5m scenesPan: 5m (nadir)MS: 10m (nadir)SWI: 20m (nadir)
|
|
Image Bands
|
Pan: 480-710
nm Green: 500-590 nm Red: 610-680 nm Near IR: 780-890 nm
Shortwave IR:
1,580-1,750 nm
|
Pencitraan
SPOT-5 mempunyai 3 band + 1 band infra red
|
Band
|
Panjang Gelombang
|
Resolusi
Spektral
|
|
B1
|
0,50 – 0,59
µm
|
10m x 10m
|
|
B2
|
0,61 – 0,68
µm
|
10m x 10m
|
|
B3
|
0,79 – 0,89
µm
|
10m x 10m
|
|
SW IR
|
1,58 – 1,75
µm
|
20m x 20m
|
Penggunaan SPOT
– 5 di Indonesia
Di Indonesia penggunaan citra satelit
beresolusi tinggi seperti yang dimilki SPOT – 5 dipakai dalam kepentingan
kegiatan survei toponim pulau-pulau. Selain itu citra tersebut baik dalam
pembuatan profil pulau-pulau di Indonesia. Saat ini para ahli Badan Riset
Kelautan dan Perikanan (BRKP), Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), tengah
mengkaji penerapan data Shuttle Radar Topograhpy Mission (SRTM) yang diusung
oleh pesawat ulang alik (spaceshuttle) Endeavour pada tahun 2000.
Citra satelit SPOT – 5 pun diterapakan dalam
pembuatan citra 3 dimensi untuk survei toponim dan profil pulau-pulau di
Indonesia. Dari ketinggian 826 km SPOT – 5 merekam profil tiga dimensi dengan
menggunakan instrumen High Resolution Stereoschopic (HRS) yang diopersikan
dalam mode pankromatik sehingga resolusi dapat mencapai 2.5 meter. Pasangan
foto yang didapat membentuk suatu relief peta bersifat 3 dimensi. Setiap benda
berukuran 2, 5 x 2,5 m di permukaan bumi dapat dipantau dari satelit SPOT
– 5.
SPOT 6 dan SPOT 7
Dengan
SPOT 6 dan SPOT 7, seri SPOT sedang memasuki era baru. Bersama-sama,
dua satelit mengamati Bumi dengan sensor yang sangat responsif yang
meningkatkan kapasitas akuisisi dan mempermudah akses data.
Sementara tetap mempertahankan SPOT merek
dagang dengan 60-km luas pencitraan petak, SPOT 6 dan SPOT 7 menawarkan
sejumlah perbaikan:
- Produk alami-warna 1,5 meter-resolusi, orthorectified sebagai standar
- Cakupan multi-tahun seluruh wilayah nasional
- Harian mengunjungi kembali ke titik manapun di dunia
- Kemampuan untuk mengakomodasi permintaan tasking-menit terakhir
Dibangun dengan garansi selama 10 tahun, SPOT 6
dan SPOT 7 akan menjamin kelangsungan layanan data resolusi tinggi hingga 2024.
SPOT 6 dan SPOT 7 dirancang untuk meliput area
yang luas dalam waktu singkat, sehingga memungkinkan untuk secara teratur
memperbarui peta seri nasional bebas dari batasan yang dikenakan oleh kondisi
musiman.
- Konstelasi mencakup hingga 6 juta km persegi setiap hari, wilayah seluas lebih dari seluruh Uni Eropa.
- Empat prakiraan cuaca per hari terintegrasi secara otomatis ke dalam proses tasking untuk mengoptimalkan efisiensi. Akibatnya, 60% dari gambar memiliki kurang dari 10% tutupan awan.
Dirancang untuk Pemetaan skala 1:25 000
Dengan akurasi lokasi yang lebih baik dari 10
meter (CE90) dan resolusi 1,5 meter, SPOT 6 dan SPOT 7 adalah solusi ideal
untuk nasional 1:25 000 seri peta.
DAFTAR
RUJUKAN
http://azizfrrahman101.blogspot.com/2010/10/pengertian-spot.html
https://directory.eoportal.org/web/eoportal/satellite-missions/s/spot-6-7
http://eoedu.belspo.be/en/satellites/spot.htm
http://www.astrium-geo.com/en/143-spot-satellite-imagery
http://www.astrium-geo.com/en/194-resolution-and-spectral-bands
http://www.cnes.fr/web/CNES-en/1415-spot.php
http://www.crisp.nus.edu.sg/~research/tutorial/spot.htm
http://www.geoimage.com.au/satellite/spot-4
http://www.spotimage.fr/home/system/welcome.htmhttp://smsc.cnes.fr/SPOT/
Komentar
Posting Komentar