Laporan Praktikum Kartografi: Analisa Peta I

LAPORAN PRAKTIKUM KARTOGRAFI DASAR

ANALISA PETA I

Dosen Pembimbing:
A.K.A Agustinus, S.Si, M.Sc


Oleh:
Andi Hermawan                 (130722607364)
Ahlam Aliatul Rahma         (130722607363)
Deby Wahyu Pinayungan   (130722616090)
Fatma Roisatin Nadhiroh    (130722616093)
Ryan Anjasmara                  (130722616080)
Kelompok: 3
Offering: H



UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS ILMU SOSIAL
JURUSAN GEOGRAFI
SEPTEMBER 2013



ACARA III
       I.            Topik: Analisa Peta I

    II.            Tujuan:
1.      Mahasiswa mampu menganalisa jumlah dan panjang sungai dengan menggunakan peta.
2.      Mahasiswa mampu menentukan letak koordinat suatu objek dengan menggunakan peta.

 III.            Alat dan bahan:
1.      Peta RBI
2.      Benang
3.      Mistar
4.      Alat Tulis

 IV.            Dasar teori
1.      Peta
            Peta mencerminkan berbagai tipe informasi dari unsur muka bumi maupun segala sesuatu yang ada kaitannya dengan muka bumi. Unsur geografis pada peta dapat dibagi menjadi beberapa kelompok yaitu :
     Unsur posisional yaitu unsur-unsur yang tidak memiliki dimensi luasan. Misalnya titik ketinggian, sumur pengeboran, pusat pelayanan.
     Unsur linear yaitu unsur yang mempunyai luasan pada satu sisi atau dimensi satu. Misalnya jalan, sungai, dan garis pantai.
     Unsur luasan yaitu unsur yang mempunyai luasan atau unsur dimensi misalnya waduk, danau, dan kecamatan.

2.      Titik koordinat
Dalam menentukan titik atau tempat dipeta, kita dapat melakukan beberapa cara, diantaranya:
1. Dengan cara Koordinat Geografi
Penunjukan titik atau tempat di peta dengan cara koordinat geeografi diartikan oleh N.S.Adiyuwono dalam bukunya Teknik Membaca Peta dan Kompas (1995) merupakan suatu sistem untuk menentukan suatu kedudukan atau titik di permukaan bumi (dalam bidang lengkung). Sistem ini dinyatakan dalam derajat dengan meridian Greenwich sebagai lintangnya 0°.

2. Dengan cara Koordinat Peta. Koordinat peta terdapat tiga cara penunjukan, yakni: cara koordinat 4 angka, cara koordinat 6 angka, dan cara koordinat 8 angka.
Sistem koordinat peta, masih dalam pengertian N.S. Adiyuwono, merupakan system untuk menentukan kedudukan suatu titik atau tempat pada suatu peta. Lembar peta dibagi atas garis-garis koordinat yaitu garis mendatar dan garis tegak (berbentuk kotak-kotak bujur sangkar).
Seperti yang sudah disinggung diatas. Koordinat peta terdapat tiga cara penunjukan, yakni: cara koordinat 4 angka, cara koordinat 6 angka, dan cara koordinat 8 angka.
1. Cara 4 angka: digunakan untuk memperlihatkan posisi suatu tempat yang cukup lebar, misalkan untuk menunjukan lokasi danau, telaga dsb. Jarak kira-kira 1000 meter (sisi bujur sangkar dibagi 1000)
2. Cara 6 angka: digunakan untuk menunjukan lokasi yang sempit. Semisal, loksai kemah, titik pertemuan (check poin) dll. Jarak 100 meter. (sisi bujursangkar dibagi 10 bagian)
3. Cara 8 angka: digunakan untuk menunjukan suatu titik, miasal titik triangulasi, lokasi korban (sisi bujur sangkar dibagi 100)

3. Dengan cara karvak
4. Dengan cara titik pangkal, dan
5. Dengan cara garis pangkal
          Dalam peta buatan Badan Koordinasi dan pemetaan Nasional (Bakorsurtanal), pada dasarnya teknik pembacaan titik kordinat geografi dan titik koordinat peta dijelaskan di peta, yakni dibagian kiri bawah peta.

3.      Mengukur jarak dan panjang sungai dengan peta
Jarak dapat diperhitungkan dari segi fisik dan dapat dipandang dari segi fungsional. Jarak dari segi fisik atau absolut diukur dengan satuan meter atau satuan meter yang lain. Sedangkan jarak fungsional atau jarak relatif diukur berdasarkan pertimbangan berbagai cara melakukan perjalanan yang berkaitan dengan tingkat kesulitan, waktu, dan biaya. Untuk menghitung jarak lurus (horizontal) dari suatu tempat ketempat lain caranya adalah dengan mengalikan jarak dipeta dengan angka penyebut skala peta.
      Jarak adalah panjang terpendek yang menyambungkan 2 buah titik.
Jarak dibagi menjadi 2,yaitu :
a. Jarak Datar
b. Jarak Miring
Penentuan jarak fisik di lapangan dapat juga dilakukan dengan menggunakan koordinat UTM, karena angka – angka pada koordinat UTM sudah merupakan koordinat UTM.

Jarak suatu titik di lapangan = jarak di peta (cm) x penyebut skala peta

Dari rumus di atas dapat maka dapat kita cari rumus untuk mencari jarak pada peta dan rumus mencari jarak sebenarnya.
Penentuan jarak horizontal diukur dipeta akan sedikit rumit apabila jarak yang akan diukur berkelok-kelok (misalnya : sungai, dan jalan). Untuk perhitungan semacam ini dapat dilakukan dengan alat yang disebut curimeter. Caranya adalah alat tersebut distel jarumnya pada angka nol dan diletakkan pada awal titik jarak yang diukur, kemudian dijalankan mengikuti liku-liku sungai atau jalan dimaksud di peta sehingga pada titik akhir pengukuran, kemudian dikalikan dengan hasilnya adalah jarak fisik di lapangan.


    V.            Langkah kerja
1.      Menentukan daerah yang akan dicari:
a.       Jumlah sungai
b.      Nama dan panjang sungai
c.       Letak koordinat masing-masing objek
d.      Panjang jalan
e.       Jumlah jalan
2.      Untuk menentukan panjang jalan dan panjang sungai menggunakan benang yang sudah dibasahi. Bentangkan sesuai bentuk sungai atau jalan. Lalu, ukur menggunakan mistar.
3.      Tentukan jarak sebenarnya di lapangan, dengan cara kalikan panjang objek tersebut pada peta dengan penyebut skala peta.
4.      Hitung juga jumlah sungai dan jumlah jalan yang tampak pada peta.
5.      Tentukan letak koordinat masing-masing objek yang tampak pada peta tersebut.

 VI.            Hasil
No.
Informasi pada Peta
Keterangan
1.
Wilayah yang di petakan
Tumpang
2.
Skala
1:50.000
3.
Titik koordinat
93.000m N – 99.000m N
53.000m E – 59.000m E


Jarak di lapangan = jarak di peta (cm) x penyebut skala peta

Untuk mencari panjang sebenarnya menggunakan rumus:


Untuk menentukan titik koordinat peta:
Menurut sistem koordinat, bumi dibagi menjadi vak-vak persegi dengan ukuran 1km .
Garis lurus horizontal dan vertikal yang menjadi tepi vak-vak tersebut dinamakan koordinat peta. Tiap-tiap garis koordinat diberi nomor 00-99 baik dari kiri ke kanan maupun dari atas ke bawah.
Jarak antara grid pada peta = 2,5cm yang mewakili per 1000m atau 1km
Skala pada peta = 1: 50.000
Untuk menghitung koordinat peta;
1.      Tentukan titik yang akan diukur koordinat petanya.
2.      Hitung jarak terhadap koordinat, baik vertikal maupun horizontal pada peta.
Jika 2,5cm=1km=1000m=100.000cm
Maka 1cm = 40.000cm = 400m
0,1cm = 4000cm = 40m
No.
Nama Objek
Bujur (E)
Lintang (N)
1.
Desa:
-Bokor
-Malangsuko
-Tumpang
-Duwet
-Tulusbesar
-Belung
-Wonomulyo
-Ngebruk
-Karangnongko
-Wonorejo
-Poncokusumo
Kecamatan:
-Tumpang

98.560m
98.680m
98.032m
97.640m
96.720m
95.680m
94.680m
93.840m
93.024m
93.028m
93.032m

96.680m

53.016m
55.012m
56.012m
58.920m
55.016m
54.028m
54.020m
53.016m
54.004m
56.004m
57.640m

56.520m
2.
Sungai
-Kali Simpar
-Kali Dawuhan
-Kali Tulus
-Kali Amprong
-Kali Buto
-Kali Kanting
-Kali Lanjing
-Kali Suri
-Kali Manten

95.004m
94.048m
98.720m
94.760m
97.000m
97.028m
95.720m
96.028m
93.000m

58.004m
53.028m
57.036m
55.920m
53.028m
55.032m
56.840m
59.000m
57.016m


No.
Nama Sungai
Panjang pada Peta (cm)
Panjang Sebenarnya (m)
1.
Kali Simpar
7,6
3.800
2.
Kali Dawuhan
5,8
2.900
3.
Kali Tulus
14
7.000
4.
Kali Amprong
13,4
6.700
5.
Kali Buto
5
2.500
6.
Kali Kanting
19,3
9.650
7.
Kali Lanjing
15,7
7.850
8.
Kali Suri
7
3.500
9.
Kali Manten
5
2.500
Jumlah Sungai
9

No.
Nama Jalan
Pajang pada Peta (cm)
Panjang Sebenarnya (m)
1.
A
2,9
1450
2.
B
6,7
3350
3.
C
12,5
6250
4.
D
0,5
250
5.
E
3,4
1700
6.
F
1,5
750
7.
G
0,6
300
8.
H
4,4
2200
9.
I
1,9
950
10.
J
14
7000
11.
K
6,9
3450
12.
L
18,4
9200
13.
M
2,2
1100
14.
N
1,1
550
15.
O
1,3
650
16.
P
4,5
2250
17.
Q
2,3
1150
18.
R
5,1
2250
19.
S
2
1000
20.
T
2,1
1050
21.
U
6,7
3350
22.
V
1,9
950
23.
W
3
1500
24.
X
16
8000
25.
Y
1,9
950
26.
Z
1
500
27.
ZA
1
500
28.
ZB
2,8
1400
29.
ZC
1,2
600
30.
ZD
4,9
2450
31.
ZE
3,2
1600

VII.            Kesimpulan
1.      Dalam mengukur panjang jalan dan sungai juga titik koordinat peta membutuhkan ketelitian dan kesabaran.
2.      Dengan menggunakan peta dan menganalisanya dapat diketahui panjang sungai dan  jalan sebenarnya. Selain itu juga dapat mengetahui letak suatu tempat dengan menggunakan titik koordinat.
3.      Salah satu kesulitannya, yaitu menentukan perpotongan jalan yang akan diukur.


Daftar Pustaka



   http://advanprasetyo.blogspot.com/2012/08/skala-mengukur-jarak-menentukan-     tempat.html (diakses pada tanggal 30 September 2013)






Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN PRAKTIKUM HANDASAH ACARA I PENGENALAN ALAT

Let's Talk About Love

MAKALAH : KONTRIBUSI SUMBER DAYA MANUSIA DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI DI INDONESIA DIKAJI DARI GEOGRAFI EKONOMI